KBPS Mengeluhkan Jalan Rusak
KOPI, Siak - Pengurus Koperasi Benua Princit Sepakat (KBPS) keluhkan masalah jalan rusak. Apabila tidak ada perhatian pemerintah penghasilan petani sawit bisa tidak normal. Jika musim hujan tiba kondisi jalan menuju ke perkebunan kelapa sawit warga, dikawasan Desa Princit, Kecamatan Siak Pusako, Kabupaten Siak-Riau, sungguh memprihatinkan dan petani susah untuk mengeluarkan hasil kebun kelapa sawit.
“Dampak kerusakan jalan ini sangat rentan Kenapa tidak jika buah itu tidak bisa di panen, buah itu bisa rontok dan membuat petani menjadi rugi,” ujar ketua KBPS Ahmad Dorbi, kepada wartawan ini, Rabu (08/02), di ruangan kerjanya.
Selama ini pengurus KBPS sudah berupaya untuk melakukan perwatan jalan dengan menggunakan dana Kas Koperasi. Namun saat ini pihak koperasi tidak lagi mampu menggunakan dana kas untuk melakukan perawatan jalan. ”Kita tidak mampu lagi melakukakan perawatan menggunakan uang KAS. Karena perwatan jalan ini memakan biaya sangat besar sedangkan uang kas kita hanya terbatas,” tuturnya.
Kondisi jalan rusak ini dialami oleh petani sawit sudah bertahun- tahun. Terlebih yang membuat petani pusing itu ketika mobil buahnya ada yang terbalik dan ada juga yang terpuruk. ”Apbila buah ini tidak keluar tentu akan menjadi busuk. Ini kan sudah jelas membuat petani menjadi rugi,” jawabnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya ada kerugian, pihak Kopersai sudah berupaya untuk melakukan penimbunan jalan. ”Namun dengan hal yang di lakukan koperasi tidak lagi bisa dilaksanakan lagi karena kemampuan pengurus hanya terbatas,” katanya.
Ahmad mengatakan, jika musim hujan tiba ongkos untuk melansir buah menjadi naik mencapai hingga 2 jutaan. Sedangkan dimusim panas ongkos langsir bisa normal. ”Ongkos niak ini lah membuat petani menjadi pusing,” jawabnya.
Apalagi saat ini penduduk tempatan sudah menyoroti KBPS karena melansir buah melwati jalan pemukiman penduduk. ”Kita sudah mendapati soroton dari penduduk. Mobil pengangkut buah sawit yang melewati pemukiman penduduk mencapai puluhan ton. Ini kendala kami sebagai pengurus,” kukuhnya.
Untuk mengantisiipsai hal tersebut, Ahmad berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi jalan yang di keluhkan oleh petani sawit. Koperasi tidak mampu lagi untuk melakukan perwatan jalan yang memakan biaya terlau besar.(Anhar Rosal)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Bupati Barito Kuala Hadiri Maulid Nabi di Masjid Sabilurrasyad
- Warga Merangin Jambi Kembali Diterkam Harimau
- Pro Tambang Pasir Besi Datangi Ketua DPRD untuk Minta Kepastian
- PKL Pasar Maling Wonokromo Ditertibkan
- Puluhan Wartawan Dibekali Pelatihan Jurnalistik
- Jusuf Kalla Resmikan Markas PMI Riau
- Muara Teweh Terkoneksi Melalui Udara
- H. A Sulaiman HB Sumbang 1M untuk Relokasi Masjid Sabilurrasyad
- Soal Dana Recovery Chevron, Uang Negara Kok Pakai Embel-embel Chevron?
- Bupati Aceh Timur Serahkan Bantuan Sepeda Motor untuk Geuchik di Indra Makmue
- Prestasi Bupati Banjar Baru Sangat Dirasakan Rakyat
- Lokasi Rusunawa Diblokade Warga Tanggung
- Walikota Tinjau Pelaksanaan E-KTP
- Perda Kabupaten Siak Tidak Optimal, Dewan Minta Perhatian Serius Bupati
- Pengembangan Kebun Kelapa Sawit Belum Rampung


























